DPRD Dorong Percepatan Pelaksanaan APBD Kukar 2021

img

(Rapat dengar pendapat di ruang Banmus DPRD Kukar)

TENGGARONG, Komisi III DPRD Kutai Kartanegara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait dengan percepatan pelaksanaan Perda APBD 2021.

RDP digelar diruang Banmus DPRD dipimpin Ketua Komisi III M Andi Faisal, didampingi tiga anggota lainnya, dihadiri Asisten I Setkab Kukar, perwakilan BPKAD, Dinas Pendidikan, Bagian Hukum dan sejumlah perwakilan OPD Kukar.

"Kita belajar dari tahun tahun sebelumnya, bahwa selama ini belum pernah kami melihat pelaksanaan APBD ini dalam tahap lelang, atau lainnya itu terlaksana di awal tahun dan paling cepat itu di bulan April dan Mei" Kata Andi Faisal kepada media, diruang Banmus, Senin (1/2/2021).

Ia menambahkan, pihaknya mau lihat RKA dan DPA sampai dimana pelaksanaannya, supaya kegiatan di OPD cepat terlaksana, dan berharap pelaksanaan lelang tepat pada waktunya.

"Kita belajar dari pengalaman sebelumnya, ketika ada permasalahan tahun ini kita on the track lah dari awal awal tahun, kemudian kami juga kaget mendengar beberapa keluhan dari beberapa OPD, diantaranya Dinas Pertanian ternyata kepala dinas ini mengeluhkan masalah SK Bupati, sebenarnya ini masalah sederhana, hanya komunikasi di internal sehingga bisa berdampak pada pupuk dan lain lainnya" ucapnya.

Lanjut dia, seharusnya pemberian pupuk tersebut di awal tanam, bukan pada saat panen baru ada pemberian pupuk.

"Selain itu kami mendorong agar beberapa kegiatan itu di Dinas PU cepat terlaksana, contoh Jembatan Anggana dan Jembatan Tabang, dimana kedua jembatan itu viral, karena beberapa minggu lalu itu bahkan ada demo di daerah tersebut, karena pertamina akan menutup jembatan itu, jembatan itu memang jembatan pertamina, namun sangat di sayangkan Kepala OPD PU tidak hadir dalam rapat tersebut"paparnya.

Tambah dia, terrkait masalah jembatan, nanti akan memanggil Dinas PU untuk percepatan hal itu, yang pasti pihaknya akan mengevaluasi per triwulan, harapannya pada Februari 2021 jembatan tersebut sudah mulai lelang, dan Maret mulai proses pekerjaannya, karena itu sangat di butuhkan oleh masyarakat, khususnya di Anggana dan Tabang tidak ada akses lagi, dimana hanya jembatan itu saja sebagai penghubung.(*riz/poskotakaltimnews.com)